Saturday, July 26, 2008

JANGAN JANGAN MENYERAH!




Selalu ada 1001 alasan untuk menyerah, namun orang-orang yang berhasil adalah orang yang tidak memutuskan untuk menyerah. Dia selalu bisa menemukan sebuah alasan untuk tidak menyerah…

NANCY MATTHEWS EDISON (1810-1871)


Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, ” Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.”
Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ” anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”


Tommy bertumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar di dunia. dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.
Tak banyak orang mengenal siapa Nancy Mattews, namun bila kita mendengar nama Edison, kita langsung tahu bahwa dialah penemu paling berpengaruh dalam sejarah. Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas namanya. siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai” diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya!


Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya. Nancy yang memutuskan untuk menjadi guru pribadi bagi pendidikan Edison dirumah, telah menjadikan puteranya menjadi orang yang percaya bahwa dirinya berarti. Nancy yang memulihkan kepercayaan diri Edison , dan hal itu mungkin sangat berat baginya. namun ia tidak sekalipun membiarkan keterbatasan membuatnya berhenti.

JOANNE KATHLEEN ROWLING

Sejak kecil, Rowling memang sudah memiliki kegemaran menulis. bahkan di usia 6 tahun, ia sudah mengarang sebuah cerita berjudul Rabbit. ia juga memiliki kegemaran tanpa malu” menunjukan karyanya kepada teman” dan orangtuanya. kebiasaan ini terus dipelihara hingga ia dewasa. daya imajinasi yang tinggi itu pula yang kemudian melambungkan namanya di dunia.


Akan tetapi, dalam kehidupan nyata, Rowling seperti tak henti didera masalah. Keadaan yang miskin, yang bahkan membuat ia masuk dalam kategori pihak yang berhak memperoleh santunan orang miskin dari pemerintah Inggris, itu masih ia alami ketika Rowling menulis seri Harry Potter yang pertama. Ditambah dengan perceraian yang ia alami, kondisi yang serba sulit itu justru semakin memacu dirinya untuk segera menulis dan menuntaskan kisah penyihir cilik bernama Harry Potter yang idenya ia dapat saat sedang berada dalam sebuah kereta api. Tahun 1995, dengan susah payah, karena tak memiliki uang untuk memfotocopy naskahnya, Rowling terpaksa menyalin naskahnya itu dengan mengetik ulang menggunakan sebuah mesin ketik manual.


Naskah yang akhirnya selesai dengan perjuangan susah payah itu tidak lantas langsung diterima dan meledak di pasaran. Berbagai penolakan dari pihak penerbit harus ia alami terlebih dahulu. Diantaranya, adalah karena semula ia mengirim naskah dengan memakai nama aslinya, Joanne Rowling.


Pandangan meremehkan penulis wanita yang masih kuat membelenggu para penerbit dan kalangan perbukuan menyebabkan ia menyiasati dengan menyamarkan namanya menjadi JK Rowling. Memakai dua huruf konsonan dengan harapan ia akan sama sukses dengan penulis cerita anak favoritnya CS Lewis.


Akhirnya keberhasilan pun tiba. Harry Potter luar biasa meledak dipasaran. Semua itu tentu saja adalah hasil dari sikap pantang menyerah dan kerja keras yang luar biasa. tak ada kesuksedan yang dibayar dengan harga murah.

STEVE JOBS

Tahun 1976, bersama rekannya Steve Wozniak, Jobs yang baru berusia 21 tahun mulai mendirikan Apple Computer Co. di garasi milik keluarganya. Dengan susah payah mengumpulkan modal yang diperoleh dengan menjual barang-barang mereka yang paling berharga, usaha itu pun dimulai. Komputer pertama mereka, Apple 1 berhasil mereka jual sebanyak 50 unit kepada sebuah toko lokal.


Dalam beberapa tahun, usaha mereka cukup berkembang pesat sehingga tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley dari Pepsi Cola untuk memimpin perusahaan itu. Sampai sejauh itu, Apple Computer menuai kesuksesan dan makin menancapkan pengaruhnya dalam industri komputer terlebih dengan diluncurkannya Macintosh. Namun, pada tahun 1985, setelah konflik dengan Sculley, perusahaan memutuskan memberhentikan pendiri mereka, yaitu Steve Jobs sendiri.


Setelah menjual sahamnya, Jobs yang mengalami kesedihan luar biasa banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda dan berpergian ke Eropa. Namun, tak lama setelah itu, pemecatan tersebut rupanya justru membawa semangat baru bagi dirinya. Ia pun memulai usaha baru yaitu perusahaan komputer NeXT dan perusahaan animasi Pixar. NeXT yang sebenarnya sangat maju dalam hal teknologinya ternyata tidak membawa hasil yang baik secara komersil.


Akan tetapi, Pixar adalah sebuah kisah sukses lain berkat tangan dinginnya. Melalui Pixar, Jobs membawa trend baru dalam dunia film animasi seiring dengan diluncurkannya film produksinya Toy Story dan selanjutnya Finding Nemo dan The Incredibles.
Sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan Microsoft membuat Apple kalah bersaing dan nyaris terpuruk. Maka, tahun 1997, Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. Dengan mengaplikasi teknoligi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit dengan berbagai produk berteknologi maju macam MacOS X, IMac dan salah satu yang fenomenal yaitu iPod.


Kisah sukses Steve Jobs mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang instan. penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.

OPRAH WINFREY

Bermodal keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.


Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumah tangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di lingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras.


“Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” katanya dalam suatu wawancaranya.
Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan.


Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.
Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..


Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika. Sungguh luar biasa!


Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.


Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.


Dan yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pons kira2 rp. 17.000,-) atau 340 milyiar rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2 perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.


Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!

7UP


Anda tentu mengenal 7up. Merk softdrink rasa jeruk nipis ini terbilang cukup populer di penjuru dunia. Dibalik ketenaran merk 7up rupanya ada kisah yang sangat menarik untuk kita pelajari tentang arti “pantang menyerah”.


Awal mulanya perusahaan ini mengambil nama 3up sebagai merek sodanya. Namun sayangnya, usaha ini gagal. Kemudian si pendiri kembali memperjuangkan bisnisnya dan mengganti namanya dengan 4up. Malangnya, produk ini pun bernasib sama dengan sebelumnnya. Selanjutnya dia berusaha bangkit lagi dan mengganti lagi namanya menjadi 5up. Gagal lagi. Kecintaanya pada soda membuatnya tak menyerah dan berusaha lagi dengan nama baru 6up. Produk ini pun gagal dan dia pun menyerah.


Beberapa tahun kemudian, orang lain muncul dan membuat soda dengan nama 7up dan mendapat sukses besar! Mungkin kita tidak tahu kapan usaha kita akan membuahkan hasil, tapi suatu saat nanti pastilah waktu itu akan tiba. Justru karena kita ga tahu kapan waktu keberhasilan kita, maka jangan pernah kita menghentikan usaha kita dan memutuskan untuk menyerah. 3up gagal, buatlah 4up! 4up gagal, dirikan 5up! bahkan meski harus muncul 6up, 7up, 8up, atau 100up sekalipun, jangan pernah berhenti sampai jerih payah kita membuahkan hasil.


Percayalah bahwa Tuhan menghargai usaha kita. keberhasilan tidak datang pada orang yang malas berjuang dan gampang menyerah. Tunjukan kualitas iman kita melalui ketekunan kita dalam berjuang! TETAP SEMANGAT!

MARK ZUCKERBERG (FACEBOOK)


Pernah mendengar situs jaringan pertemanan Friendster? Konon, melalui situs tersebut, banyak orang-orang yang lama tak bersua, bisa kembali bersatu, reunian, dan bahkan berjodoh. Karena itulah, situs pertemanan itu beberapa waktu lalu sempat sangat popular. Karena itu, tak heran jika setelah era suksesnya Friendster, berbagai situs jaringan pertemanan bermunculan. Salah satunya adalah Facebook.


Facebook ini sebenarnya dibuat sebagai situs jaringan pertemanan terbatas pada kalangan kampus pembuatnya, yakni Mark Zuckerberg. Mahasiswa Harvard University tersebut-kala itu-mencoba membuat satu program yang bisa menghubungkan teman-teman satu kampusnya. Karena itulah, nama situs yang digagas oleh Mark adalah Facebook. Nama ini ia ambil dari buku Facebook, yaitu buku yang biasanya berisi daftar anggota komunitas dalam satu kampus. Pada sejumlah college dan sekolah preparatory di Amerika Serikat, buku ini diberikan kepada mahasiswa atau staf fakultas yang baru agar bisa lebih mengenal orang lain di kampus bersangkutan.


Pada sekitar tahun 2004, Mark yang memang hobi mengotak-atik program pembuatan website berhasil menulis kode orisinal Facebook dari kamar asramanya. Untuk membuat situs ini, ia hanya butuh waktu sekitar dua mingguan. Pria kelahiran Mei 1984 itu lantas mengumumkan situsnya dan menarik rekan-rekannya untuk bergabung. Hanya dalam jangka waktu relatif singkat-sekitar dua minggu-Facebook telah mampu menjaring dua per tiga lebih mahasiswa Harvard sebagai anggota tetap.


Mendapati Facebook mampu menjadi magnet yang kuat untuk menarik banyak orang bergabung, ia memutuskan mengikuti jejak seniornya-Bill Gates-memilih drop out untuk menyeriusi situsnya itu. Bersama tiga rekannya-andre McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes-Mark kemudian membuka keanggotaan Facebook untuk umum.

Mark ternyata tak sekadar nekad. Ia punya banyak alasan untuk lebih memilih menyeriusi Facebook. Mark dan rekannya berhasil membuat Facebook jadi situs jaringan pertemanan yang segera melambung namanya, mengikuti tren Friendster yang juga berkembang kala itu.


Namun, agar punya nilai lebih, Mark pun mengolah Facebook dengan berbagai fitur tambahan. Dan, sepertinya kelebihan fitur inilah yang membuat Facebook makin digemari.
Bayangkan, Ada 9.373 aplikasi yang terbagi dalam 22 kategori yang bisa dipakai untuk menyemarakkan halaman Facebook, mulai chat, game, pesan instan, sampai urusan politik dan berbagai hal lainnya. Hebatnya lagi, sifat keanggotaan situs ini sangat terbuka. Jadi, data yang dibuat tiap orang lebih jelas dibandingkan situs pertemanan lainnya. Hal ini yang membuat orang makin nyaman dengan Facebook untuk mencari teman, baik yang sudah dikenal ataupun mencari kenalan baru di berbagai belahan dunia.


Sejak kemunculan Facebook tahun 2004 silam, anggota terus berkembang pesat. Prosentase kenaikannya melebihi seniornya, Friendster. Situs itu tercatat sudah dikunjungi 60 juta orang dan bahkan Mark Zuckerberg berani menargetkan pada tahun 2008 ini, angka tersebut akan mencapai 200 juta anggota.


Dengan berbagai keunggulan dan jumlah peminat yang luar biasa, Facebook menjadi ‘barang dagangan’ yang sangat laku. Tak heran, raksasa software Microsoft pun tertarik meminangnya. Dan, konon, untuk memiliki saham hanya 1,6 persen saja, Microsoft harus mengeluarkan dana tak kurang dari US$ 240 juta. Ini berarti nilai kapitalisasi saham Facebook bisa mencapai US$15 miliar! Tak heran, Mark kemudian dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri.


Niat Mark Zuckerberg untuk sekadar’menyatukan’ komunitas kampusnya dalam sebuah jaringan ternyata berdampak besar. Hal ini telah mengantar pria yang baru berusia 23 tahun ini menjadi miliarder termuda dalam sejarah. Sungguh, kejelian melihat peluang dan niatan baiknya ternyata mampu digabungkan menjadi sebuah nilai tambah yang luar biasa. Ini menjadi contoh bagi kita, bahwa niat baik ditambah perjuangan dan ketekunan dalam menggarap peluang akan melahirkan kesempatan yang dapat mengubah hidup makin bermakna. TIADA KETEKUNAN YANG TIDAK MEMBAWA HASIL…

BILL GATES & PAUL ALLEN


William Henry Gates III atau lebih terkenal dengan sebutan Bill Gates, lahir di Seatle , Washington pada tanggal 28 Oktober 1955. Ayah Bill, Bill Gates Jr., bekerja di sebuah firma hukum sebagai seorang pengacara dan ibunya, Mary, adalah seorang mantan guru. Bill adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Sejak kecil Bill mempunyai hobi “hiking”, bahkan hingga kini pun kegiatan ini masih sering dilakukannya bila ia sedang “berpikir”.


Bill kecil mampu dengan mudah melewati masa sekolah dasar dengan nilai sangat memuaskan, terutama dalam pelajaran IPA dan Matematika. Mengetahui hal ini orang tua Bill, kemudian menyekolahkannya di sebuah sekolah swasta yang terkenal dengan pembinaan akademik yang baik, bernama ” LAKESIDE “. Pada saat itu, Lakeside baru saja membeli sebuah komputer, dan dalam waktu seminggu, Bill Gates, Paul Allen dan beberapa siswa lainnya (sebagian besar nantinya menjadi programmer pertama MICROSOFT) sudah menghabiskan semua jam pelajaran komputer untuk satu tahun.


Kemampuan komputer Bill Gates sudah diakui sejak dia masih bersekolah di Lakeside . Dimulai dengan meng”hack” komputer sekolah, mengubah jadwal, dan penempatan siswa. Tahun 1968, Bill Gates, Paul Allen, dan dua hackers lainnya disewa oleh Computer Center Corp. untuk menjadi tester sistem keamanan perusahaan tersebut. Sebagai balasan, mereka diberikan kebebasan untuk menggunakan komputer perusahaan. Menurut Bill saat itu lah mereka benar-benar dapat “memasuki” komputer. Dan disinilah mereka mulai mengembangkan kemampuan menuju pembentukan Microsoft, 7 tahun kemudian.


Selanjutnya kemampuan Bill Gates semakin terasah. Pembuatan program sistem pembayaran untuk Information Science Inc, merupakan bisnis pertamanya. Kemudian bersama Paul Ellen mendirikan perusahaan pertama mereka yang disebut Traf-O-Data. Mereka membuat sebuah komputer kecil yang mampu mengukur aliran lalu lintas. Bekerja sebagai debugger di perusahaan kontrkator pertahanan TRW, dan sebagai penanggungjawab komputerisasi jadwal sekolah, melengkapi pengalaman Bill Gates.


Musim gugur 1973, Bill Gates berangkat menuju Harvard University dan terdaftar sebagai siswa fakultas hukum. Bill mampu dengan baik mengikuti kuliah, namun sama seperti ketika di SMA, perhatiannya segera beralih ke komputer. Selama di Harvard, hubungannya dengan Allen tetap dekat. Bill dikenal sebagai seorang jenius di Harvard. Bahkan salah seorang guru Bill mengatakan bahwa Bill adalah programmer yang luar biasa jenius, namun seorang manusia yang menyebalkan.


Desember 1974, saat hendak mengunjungi Bill Gates, Paul Allen membaca artikel majalah Popular Electronics dengan judul “World`s First Microcomputer Kit to Rival Commercial Models”. Artikel ini memuat tentang komputer mikro pertama Altair 9090. Allen kemudian berdiskusi dengan Bill Gates. Mereka menyadari bahwa era “komputer rumah” akan segera hadir dan meledak, membuat keberadaan software untuk komputer - komputer tersebut sangat dibutuhkan. Dan ini merupakan kesempatan besar bagi mereka.


Kemudian dalam beberapa hari, Gates menghubungi perusahaan pembuat Altair, MITS (Micro Instrumentation and Telemetry Systems). Dia mengatakan bahwa dia dan Allen, telah membuat BASIC yang dapat digunakan pada Altair. Tentu saja ini adalah bohong. Bahkan mereka sama sekali belum menulis satu baris kode pun. MITS, yang tidak mengetahui hal ini, sangat tertarik pada BASIC. Dalam waktu 8 minggu BASIC telah siap. Allen menuju MITS untuk mempresentasikan BASIC. Dan walaupun, ini adalah kali pertama bagi Allen dalam mengoperasikan Altair, ternyata BASIC dapat bekerja dengan sempurna. Setahun kemudian Bill Gates meninggalkan Harvard dan mendirikan Microsoft.


Kisah Bill Gates Meninggalkan Harvard Demi Mengejar Impian

Ketika ia bosan dengan Harvard, Gates melamar pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan komputer di daerah Boston .. Gates mendorong Paul Allen untuk mencoba melamar sebagai pembuat program di Honey-well agar keduanya dapat melanjutkan impian mereka untuk mendirikan sebuah perusahaan perangkat lunak.


Pada suatu hari di bulan Desember yang beku, Paul Allen melihat sampul depan majalah Popular Mechanics, terbitan Januari 1975, yaitu gambar komputer mikro rakitan baru yang revolusioner MITS Altair 8080 (Komputer kecil ini menjadi cikal bakal PC di kemudian hari). Kemudian Allen menemui Gates dan membujuknya bahwa mereka harus mengembangkan sebuah bahasa untuk mesin kecil sederhana itu. Allen terus mengatakan, Yuk kita dirikan sebuah perusahaan. Yuk kita lakukan.


Kami sadar bahwa revolusi itu bisa terjadi tanpa kami. Setelah kami membaca artikel itu, tak diragukan lagi dimana kami akan memfokuskan hidup kami.
Kedua sahabat itu bergegas ke sebuah komputer Harvard untuk menulis sebuah adaptasi dari program bahasa BASIC. Gates dan Allen percaya bahwa komputer kecil itu dapat melakukan keajaiban. Dari sana pula mereka mempunyai mimpi, tersedianya sebuah komputer di setiap meja tulis dan di setiap rumah tangga.


Semangat Allen dan Gates tidak percuma. Berawal dari komputer kecil itulah yang menjadi mode dari segala macam komputansi. Dan sekarang bisa Anda lihat bahwa PC telah benar-benar menjadi alat jaman informasi. Dan hampir setiap orang mengenal Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia saat ini.

HIRONOBU SAKAGUCHI

Hironobu Sakaguchi (1962) dulu menjabat Direktur Perencanaan dan Pengembangan untuk Square Co., Ltd. Ia adalah pencipta seri permainan Final Fantasy. Pada tahun 1991 ia diberi kehormatan menjabat Wakil Presiden Eksekutif dan tak lama berselang ditunjuk menjadi Presiden Square USA, Inc. Pada tahun 2001, ia mendirikan he Mistwalker, yang mulai beroperasi tiga tahun kemudian.


Sakaguchi bersama-sama Masafumi Miyamoto mendirikan Square pada tahun 1983. Permainan-permainan pertama mereka sangat tidak sukses. Ia lalu memutuskan untuk menciptakan pekerjaan terakhirnya dalam industri permainan dengan seluruh sisa uang Square, dan menamakannya Final Fantasy. Permainan ini, di luar perkiraannya sendiri, ternyata melejit, dan ia membatalkan rencana pensiunnya. Ia kemudian memulai kelanjutan permainan ini dan saat ini telah dibuat Tiga belas permainan Final Fantasy. Setelah enam permainan pertama dipasarkan, ia lebih berperan sebagai produser eksektuif untuk seri ini dan juga banyak permainan Square lainnya.


Sakaguchi memiliki karir yang panjang dalam industri permainan dengan penjualan lebih dari 80 juta unit permainan video di seluruh dunia. Sakaguchi mengambil lompatan dari permainan ke film saat ia mengambil peran sebagai sutradara film dalam Final Fantasy: The Spirits Within, sebuah film animasi yang didasari dari seri permainan terkenalnya Final Fantasy. Akan tetapi, film ini ternyata gagal dan menjadi salah satu film yang paling merugi dalam sejarah perfilman, dengan kerugian lebih dari 120 juta USD yang berujung dengan ditutupnya Square Pictures.


Sakaguchi lalu diturunkan dari posisi eksekutif Square. Kejadian ini juga mengurangi keuangan Square dan akhirnya membawa Square bergabung dengan saingannya Enix, menjadi Square Enix. Sakaguchi lalu mengundurkan diri dari Square dan mendirikan Mistwalker dengan dukungan finansial dari Microsoft Game Studios.

Pada tahun 2001, Sakaguchi menjadi orang ketiga yang masuk dalam Academy of Interactive Arts and Science’ Hall of Fame. Pada bulan Februari 2005 diumumkan bahwa perusahaan Sakaguchi, Mistwalker, akan bekerja sama dengan Microsoft Game Studios untuk memproduksi dua permainan role-playing game untuk Xbox 360.


Pelajaran berharga: Dari awal karier, beliau banyak mengalami kegagalan, namun beliau tidak pernah menyerah hingga akhirnya menciptakan seri “Final Fantasy” yang sangat di nantikan kehadirannya, bahkan di puncak kariernya beliau kembali menghadapi kegagalan melalui proyek kontroversialnya (Final Fantasy : Spirit Whitin) yang mengakibatkan penurunan jabatan dan penutupan “Square Pictures” hingga akhirnya pengunduran dirinya dari Square.
Namun itu bukan akhir dari beliau, tapi menjadi loncatan bagi dia untuk kembali bangkit.

Sunday, July 20, 2008

PALING ENAK JADI KORUPTOR NTT



Fidel Hardjo

Paling enak menjadi koruptor di NTT! Karena, hampir 90 % para koruptor dijamin lolos. Lolos dari jeratan hukum dan bebas dijebloskan di penjara” (Maria Margaretha Hartiningsih, Wartawati senior Kompas).


Usia NTT hampir 50 tahun, tapi seberapa banyak koruptor yang sudah ditangkap? Apa 10, 100, atau 1000? Mungkin tak lebih dari jumlah jari tangan. Mungkin tepat ekspresi satiris Hartiningsih di atas, enaknya jadi koruptor di NTT.



Jika demikian, apa tidak baik kalau kita perlu reevaluasi model penanganan korupsi di daerah kita. Baiklah kita lebih rendah hati, mengaku bahwa kita memang tidak serius menanganinya. Terkesan, tangkap koruptor hanya gertak sambal! Solusi seperti ini, kurang lebih sama tiap kemunculan pemimpin baru.



Hasilnya seperti sekarang. Para koruptor tampil lebih heroik, vulgar dan rakus. Implikasinya, NTT tercinta ini hanya mampu meraih rangking korup dan miskin.



Rangking Korup dan Miskin



Sejak tahun 2003 sampai 2007, sebagaimana hasil audit BPKP provinsi NTT, yang dipublikasi 30 Mei 2007 bahwa total kerugian negara akibat korupsi di NTT sebesar Rp17.633.400.730 dari 1.967 kasus korupsi yang dideteksi.



Dari 1.967 kasus, sebanyak 1.080 kasus sudah ditindaklanjuti dan total kerugian negara sebesar Rp50.061.226.820. Sementara, sebanyak 887 kasus belum dituntaskan, dengan total kerugian negara sebesar Rp17.633.400.680.



Kasus korupsi ini menyebar secara sporadis di 16 kota/kabupaten. Jika dirincikan per kabupaten/kota, tertinggi di tingkat provinsi terdapat 239 kasus dengan indikasi kerugian negara Rp5.007.695.849; TTU(73 kasus-kerugian Rp2.177.528.592); TTS(109 kasus-kerugian Rp1.984.437.629); Sikka(57 kasus-kerugian Rp1.522.773.445); Manggarai(37 kasus-kerugian Rp1.445.318.081); Alor(51 kasus-kerugian Rp1.189.084.790); Lembata(33 kasus-kerugian Rp958.446.407); Kupang (33 kasus-kerugian Rp682.379.281); Sumba Timur (28 kasus-kerugian Rp641.508.991); Ende(45 kasus-kerugian Rp515.958.050); Belu (43 kasus-kerugian Rp305.431.079); Sumba Barat(46 kasus-kerugian Rp248.128.986); Ngada(22 kasus-kerugian Rp208.943.786); Flores Timur(23 kasus-kerugian Rp200.751.733); Kota Kupang(29 kasus-kerugian Rp199.978.348); Rote-Ndao(16 kasus-kerugian Rp199.250.808); dan Manggarai Barat(3 kasus-kerugian Rp155.781.841).



Mau diapakan dengan data telanjang ini? Dari data dan faktum ini maka pantaslah, ICW menempatkan NTT rangking ke enam terkorup di Indonesia setelah posisi Riau dan urutan ke empat provinsi termiskin se-Nusantara dengan total penduduk miskinya tahun 2007, sebanyak 1,16 juta jiwa atau 27,51% dari 4 juta jiwa penduduk NTT.



Data korupsi ini sangat mengecewakan publik. Lebih kecewa lagi, ketika Gubernur Baru mengadakan rapat awal kordinasi dengan para Bupati (PK, 18/7/08) tidak diagendakan ikhwal pemberantasan korupsi. Ini preseden sangat buruk, kita sangat gagal memerangi korupsi. Kita gagal bukan karena kita tidak bisa tetapi moral lembek mengurus persoalan urgent ini. Ada apa sebenarnya?



Bukankah kita punya hakim profesional? Mana polisi kita yang pintar-pintar. Di mana KPKD yang cerdik? Mereka ini adalah aparatur negara, yang tentunya sudah dipilih dengan kriterium check and balances, yang sangat luar biasa. Mereka ini adalah “orang terpilih” dari sekian ribu pelamar yang selalu gagal ikut testing setiap tahun. Mengapa kinerja mereka tidak membuahkan hasil?



Memang menangkap koruptor tidak mudah. Karena itu, kita sudah seleksi sedemikian rupa para hakim, polisi, dan KPK yang lebih pintar, intelegen, cerdik, pandai dan jujur daripada para koruptor, pencuri dan perampok kelas kakap.



Bandit Lebih Pintar?



Mancur Olson dalam bukunya Power and Prosperity (2003) menggagaskan bahwa koruptor sekarang lebih pintar dari intelegen di bumi ini, di AS, Jerman, Jepang, Cina sekalipun, apalagi di NTT. Karena itu, Olson lebih menyebut koruptor sebagai “keparat bandit” .



Mengapa? Karena memang bekerja sebagai bandit profesional. Kendatipun dari kulit luar mereka kelihatan wibawa, suci, patriotisme, nasionalisme dan religiusme tapi sesungguhnya mereka keparat bandit. Gerombolan bandit ini lebih terampil daripada badan intelegen.



Olson mengklasifikasi bandit atas dua macam yaitu stationary bandits (bandit menetap) dan roving bandits (bandit mengembara). Dua-duanya sama-sama bejat dan rakus. Tapi, kedua-duanya punya perbedaan yang mencolok.



Pertama, bandit menetap. Bandit ini menetap di suatu tempat, entah di kantor, istana, rumah, tempat suci bahkan di tempat yang paling kotor sekalipun. Mereka tidak mengembara tapi punya otoritas. Sekalipun mereka tidak mengembara untuk menjarah tapi mereka lebih pintar mencuri dan merampas.



Bandit ini punya seribu satu kaki tangan. Jaringan dan cara mereka mencuri dan merampas sangat rahasia. Orang yang ingin memanfaatkan kuasa mereka, sudah tahu tipe dan mau-maunya bandit ini. Karena itu, mereka akan memberi semacam “upeti” secara rahasia dan profesional, agar kedua pihak tidak terperangkap dalam jeratan hukum dan takterdeteksi polisi di kemudian hari.



Kedua, bandit mengembara. Bandit ini mengembara di mana-mana, entah di kota maupun di desa, di jalan-jalan, pasar, pelabuhan, hotel, toko, restauran dan dari ke rumah ke rumah. Bandit ini selain mencuri uang, harta, juga memerkosa perempuan dan menculik anak-anak. Mereka sulit ditangkap karena kadang mereka bekerja sama dengan bandit menetap, yang penting jarahan dibagi dua.



Sepakat atau tidak, kedua jenis bandit ini juga menetap dan mengembara di Nusa Flobamora ini. Bandit yang menetap dan mengembara ini bergerak di seluruh lini baik di kantor, jalan, hotel, kampung, pasar dan di tempat kotor maupun di tempat suci sekalipun. Mereka terus beroperasi tanpa rasa berdosa.



Jadi, asumsinya sejak tahun 2003-2007 sebanyak Rp17.633.400.730, uang rakyat NTT dicuri oleh kedua jenis bandit di atas. Padahal, jumlah realisasi PAD NTT sejak 2003-2007 sebesar 592 Miliar; (2003 Rp94,3 M) (2004, Rp123,6 M), (2005 Rp140,6 M), (2006 Rp175,9 M), (2007,Rp198,2 M). Hanya, berdasarkan survai BPKP NTT, dari sekian defisit negara di atas, tak satupun koruptor dijebloskan ke penjara. Enaknya jadi koruptor NTT!



Artinya, dengan data ini, kita tahu bahwa ternyata tidak sedikit uang rakyat tergelontor di saku para bandit ini. Angka yang sangat fantastik. Masuk akal, kenapa NTT menyandang akronim provinsi Nusa Tetap Termiskin. Sesukses apapun kita “merayakan” demokrasi kalau para bandit ini terus bergentayangan maka harapan rakyat sejahtera semakin sulit digenggam.



Tangkap Para Bandit



Koruptor adalah bandit. Inilah prioritas kita, tangkap para bandit ini, baik yang menetap maupun yang sedang mengembara. Kita perlu mengagendakan pemberantasan para bandit, yang hidup foya-foya di atas penderitaan rakyat. Ini program yang sangat urgen, sebelum menggagaskan program brilian lainnya.



Kalau Presiden SBY dalam program 100 harinya, menggelar aksi penangkapan korupsi, lalu kenapa Gubernur Frans Leburaya tidak mengikuti jejak baik ini. Bukan sekadar ikut-ikutan tapi memang kita butuh program brilian ini. Ini yang ditunggu rakyat dari dulu-dulu. Rakyat sudah jenuh dengan aksi para bandit ini.



Apa artinya paradigma “Anggur Merah” kalau dana-dana itu mengalir ke tangan para bandit ini. Sebanyak apapun uang dan program seperti pementasan kemiskinan, buta huruf, kesehatan, pembangunan ekonomi dan infrastruktur daerah kalau toh akhirnya uang itu mengendap leluasa di dompet para bandit ini.



Kita juga mesti terbuka dengan fenomen ganjil bahwa bisa saja hakim, polisi dan KPKD bekerja sama dengan para bandit seperti kasus Artalita di Jakarta. Jika demikian, kita juga perlu borgol para hakim, polisi dan KPK yang nakal ini.



Akhirnya, selagi para bandit ini dibiarkan berkeliaran di NTT, sepanjang itu juga kemiskinan dan penderitaan rakyat tidak berubah. Kalau KPKD, Hakim dan Polisi kita kurang mampu dan belum profesional menangkap para bandit ini, maka kita mesti berjiwa besar untuk mengundang atau membayar KPK Jakarta. Jangan biarkan provinsi ini terengkuh di bawa bola kerakusan keparat bandit ini.



Saya pikir rakyat mendukung dengan sangat antusias jika Gubernur Baru meletakkan agenda utamanya untuk menangkap para bandit ini. Seberapapun mahal ongkosnya, kita mesti tangkap para bandit ini. Buktikan, provinsi NTT tidak akan takluk di bawah slogan keparat bandit: paling enak jadi koruptor NTT!



Penulis, Staf Televisi TBN Asia, tinggal di Manila

(Dimuat Di Pos Kupang)
















Tuesday, July 8, 2008

“TREN BUNUH DIRI”, ADA APA?



Fidel Hardjo


Dada kita mendadak sesak, seperti dihunjam palu godam teramat berat membaca berita menyedihkan. Ibu membunuh anak lalu bunuh diri – siswa bunuh diri gara-gara tidak lulus ujian - setidaknya, menurut dokomentasi Pos Kupang, sejak tahun 2008 sudah ada sembilan kasus bunuh diri (PK, 4/7/2008).

Memilih jalan tragis bunuh diri semacam tren. Apa yang ganjil dengan masyarakat kita? Mengapa mereka mudah putus asa, suka jalan pintas mengakhiri hidup yang sumpek, dan tidak tegar menghadapi masalah?

Bunuh diri adalah problem sekaligus realitas “ad infinitum” (baca: tanpa akhir). Sejak jaman Aristoteles, Plato, Durkheim, Weber, Marx bahkan sampai sekarang persoalan bunuh diri itu terus dianalisis (“dipertanyakan”).

Mengapa Bunuh diri?

Aristoteles melihat akar bunuh diri sebagai kerapuhan “political grounds” yang kontra-kondusif, menyebabkan individu bunuh diri. Situasi politik yang depresif, hopeless dan worthless menggiring individu menuju pembunuhan diri.

Plato justru menuding kerapuhan “religious grounds” sebagai penyebabnya. Bunuh diri diyakini destini hidup yang sudah digariskan oleh dewa. Ini adalah keyakinan ekstrem dari iman. Dengan menghabisi hidup duniawi, individu “dijanjikan” akan berkanjang bestari dalam komunitas dewa (surgawi).

Analisis kedua filsuf besar ini, tidak sepenuhnya benar.Tapi, dengan mempelajari cirkumtans, fakta, alasan, surat, pesan, informasi, tingkah laku si korban, baik sebelum maupun sesudah bunuh diri, “sedikitnya” menggaungkan kebenaran.

Pertama, pada umumnya korban bunuh diri karena keterpaksaan. Terpaksa bunuh diri karena utang melilit, harga sembako mencekik leher, ongkos pendidikan dan kesehatan yang mahal, gagal ujian dan lapangan kerja minim (plus gagal bercinta).

Hanya, siapa yang umumkan harga sembako naik? Siapa yang mengatur biayai pendidikan dan kesehatan naik? Siapa yang menetapkan UN? Siapa yang membuat arena politik tidak kondusif? Siapakah memicu gerakan demonstrasi?

Sekali lagi siapa? Inilah sari pemahaman Aristoteles. Di mana, kerapuhan “ dasar politik” lapisan bawa sebagai sebab musabab aksioma pembunuhan diri.

Carut-marut politisi dan kondisi politik yang kotor, menyebabkan rakyat tak terurus dan jatuh tersungkur dalam kotak kemiskinan (hopeless - worthless – helpness) maka jalan menuju bunuh diri terbuka lebar (Durkheim).

Kedua, faktor religius (agama) juga turut berpengaruh. Lihat saja, dari surat, pesan atau wasiat si korban bunuh diri. Umumnya, korban (terkesan) begitu dekat dan pasrah kepada Tuhan. Bahkan, percaya bahwa, setelah bunuh diri itu ada kedamaian dan ketenangan abadi (plus masuk surga).

Keyakinan ini yang disebut Plato sebagai, kerapuhan “dasar religius” lapisan bawa, yang memicu pilihan bunuh diri. Mungkin, itulah sebabnya Nietzsche mengejek keras, agama sebagai opium, pil penenang dan pelarian irasional.

Setidaknya, kedua pemikiran di atas bisa dipakai sebagai pisau analisis untuk membedah tren aksi bunuh diri yang mengejutkan kita saat ini. Kita tergagap-gagap, koq sudah sembilan korban! Hitung korban macam hitung biji kemiri.

Pertama, kemiskinan kronis telah menyebabkan tak sedikit warga kita suka main pinjam uang. Pinjam uang, entah untuk biayai pendidikan anak, biaya kesehatan, urusan belis, pesta sambut baru/nikah bahkan beli beras pada musim lapar. Jadinya, utang di mana-mana!

Yang berbahaya adalah di sana tengkulak beroperasi bebas. Bunga pinjaman uang pun tidak enteng-enteng. Mau apa dikata. Namanya, butuh uang karena itu, ada ibu atau bapak nekad pinjam, apapun resikonya. Taruhannya saat panen.

Belakangan, di luar dugaan, cuaca berubah drastis. Maka, panen gagal total dan pada saat itulah tengkulak menagih utang. Siapa tidak malu kalau setiap saat para tengkulak datang menuntut utangnya dibayar. Apalagi jika diketahui oleh tetangga sebelah. Dari sinilah potensi bunuh diri berkecembah di ubun.

Situasi batas itu diperuncing, oleh pemahaman iman yang keliru. (Mungkin) Sebatas dengar ajaran agama tentang ada kehidupan setelah kematian. Padahal, tak satupun agama yang mencintai kematian apalagi dengan jalan membunuh diri. Paling-paling, ada kehidupan setelah kematian.

Oleh sebab itu, kedua landasan dasar ini, yang menjadi kekuatan manusia yaitu aspek badaniah dan rohaniah. Urusan badaniah “dipercayakan” kepada negara dan rohaniah “dipercayakan” kepada agama. Namun, mengapa dan mengapa aksi bunuh diri terus bergentanyangan?

Ruang Bertanya

Pertama, bagaimanapun inilah ruang refleksi bagi pemerintah, bagaimana mengatasi kemiskinan rakyat. Terutama, agar rakyat tidak dililiti oleh banyak utang dengan tengkulak busuk. Mungkin, saatnya kehidupan koperasi perlu digalakan, seperti mengukir kejayaan koperasi desa tahun 80-an.

Bagi orang kaya dan berpendidikan mungkin bisa pinjam uang ke bank tapi rakyat kecil, yang melihat kantor bank saja sudah gugup, apalagi masuk ke dalam kantor itu, pasti lebih takut. Ini masalah sepeleh. Tapi, akibatnya sangat serius. Lalu, siapa yang membantu menyadarkan orang-orang kecil seperti ini?

Kedua, pendidikan karakter itu penting. Pemerintah sebagai stakeholder pendidikan daerah semestinya lebih berkreatif mengembangkan pendidikan berkarakter. Hindu Dharma menyebut tiga poin utama pendidikan karakter yaitu “pembelajaran” (learning) tentang baik-buruk, benar-salah dan indah-jelek.

Dengan pembenahan karakter ini, Dharma membagi keyakinan, “A man without character is like a wild bull let loose in a cornfield. Every fool may become a hero at one time or another, but the people of good character are heroes all the time”.

Apa yang kita buat selama ini adalah menyembah UN, yang lebih mefokuskan pencapaian (achieving) daripada pembelajaran. Bahkan, kita hanya habiskan energi untuk mepersiapkan UN. Tidak heran, dari luar generasi muda kita terkesan pintar dan pandai tapi sesungguhya di dalam rapuh dan keropos.

Ketiga, dengan merebaknya tren bunuh diri di daerah kita, kalau kita (sedikit) jujur, maka ini juga bagian kegagalan agama (gereja). Bahwa, umat kita sedang tercebur dalam aneka wajah kemiskinan termasuk “miskin iman”.

Buktinya, ada korban bunuh diri merasa yakin bahwa bunuh diri, mungkin jalan paling meyakitkan bagi kebanyakan orang tapi anehnya bagi korban mengalami kedamaian dalam kematian(bunuh diri). Apa ini soal keyakinan diri atau interpretasi salah atas iman itu?

Makanya, inilah moment bertanya bagi agen pastoral. Perlukah kita merumuskan pendekatan pastoral baru? Pendekatan yang tidak hanya menghibur umat dengan janji suci dan kotbah kudus. Tapi bagaimana menyadarkan dan membantu umat untuk menghadapi masalah harian lebih kreatif dan produktif? Apakah itu mungkin? Itu yang kita tunggu.

Artinya, baik negara maupun agama, toh punya tanggung jawab yang sama atas martabat hidup manusia. Negara mengurusi aspek badaniah, sementara, agama (gereja ) mengurusi aspek rohaniah dari rakyat itu.

Oleh karena itu, keberhasilan rakyat/umat adalah kebanggaan dua lembaga ini. Hanya perlu diterima juga, kalau aksi bunuh diri rakyat/umat NTT belakangan ini adalah pretensi kegagalan negara dan agama itu sendiri. Entahkah negara dan agama salah mengurusi warganya atau warga salah mengurusi dirinya?

Penulis, Alumnus STFK Ledalero, tinggal di Manila
(Dimuat Di Pos Kupang)

Saturday, June 14, 2008

"ORKES SAKIT HATI"





Fidel Hardjo






Suatu hari ketika lapangan di tengah kota becek, orang-orang pada ngomel. Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.”
“Seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, “Kikir betul orang itu”. Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu”.
“Anak-anak mencuri apel di kebun, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, “Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.”


Inilah cara berpikir positip ala Pygmalion. “Pygmalion” adalah salah satu kisah legendaris Romawi kuno. Alangkah indah dan damainya dunia ini, jika disesaki oleh orang-orang seperti Pygmalion “suka berpikir positip”, kata pujangga Romawi, Ovid dalam bukunya Pygmalion.


Alkisah, Pygmalion adalah seorang pemuda kesepian, piawai memahat patung, dan pemuda melankolis yang sama sekali tidak tertarik dengan wanita. Tetapi, rumor ini dijungkirbaliknya 100%.


Pygmalion justru tertambat hatinya, kepada sebuah patung wanita cantik yang dipahatnya sendiri. Karena cintanya yang membara-bara maka Ia pun berdoa kepada dewi cinta Venus, untuk menghidupi patung itu. Doanya pun dikabulkan. Ia pun menikahi wanita cantik itu.


Namun, bukan kisah pernikahan ini yang membuat Pygmalion heboh dan digandrungi oleh masyarakat sejamannya dan komunitas manusia di jaman ultra modern ini.


Melainkan, karena ketercerahan pandangan hidupnya. Pygmalion memandang segala sesuatu dari sudut yang baik alias “positive thinking”. George B. Shaw, pemenang hadiah nobel kesusasteraan Irlandia tahun 1925, menyebut perangai positip Pygmalion ini sebagai “pygmalion management”.



Orkes Sakit Hati


Bagaimana membaca kehidupan kita dalam “kaca mata” pygmalion? Coba kita amati warna-warni hidup kita sekarang. Hidup susah, konflik sana-sini, harga sembako mencekik, ruang politik yang rawan berseteru, kehidupan rumah tangga terseok-seok menggiring kita menuju “orkes sakit hati” tak bertepi.


Lantas situasi tertekan itu, orang sakit hati muncul membeludak baik di kota-kota besar maupun di desa-desa. Ada banyak yang memilih protes di jalan-jalan. Tak sedikit pula yang memilih diam. Diam dalam kepedihan. Inilah situasi kita, orkes sakit hati (meminjam judul lagu Slank).


Implikasinya, orang mudah tersinggung, menyalahi orang lain, sukar sekali berpikir positip. Padahal, apa yang kita pikirkan menentukan menjadi siapakah kita. Seperti apa yang dikatakan oleh Devis Kelvin, “what you have become is what you have thought” (The Law of Atraction, 2008).


Artinya, jika kita berpikir fokus pada konflik, masalah, dan menuding orang lain penyebab situasi sulit maka sebenarnya kita sendiri sedang memenjarakan diri dalam kesulitan. Maka, kita lupa mencari solusi. Energi kita hanya menari-nari dari suatu kesulitan meloncat ke kesulitan lainya.


Misalkan saja. Masalah pencabutan subsidi BBM. Sudah jelas-jelas pemerintah mencabut subsidi. Kita malah sibuk protes. Katanya, ini jaman demokrasi. Tetapi, lihat protes itu tidak membuahkan hasil. Energi kita sudah terkuras banyak. Ulah protes itu muncul konflik baru. Para sopir mogok. Giliran berikutnya, aktivitas sosial macet.


Padahal, kalau kita sinergikan energisitas yang ada, untuk bekerja dan mencari solusi lebih produktif maka ia sangat menolong kita memperbaiki hidup yang kian susah ini, ke arah yang lebih menjanjikan.


Contoh lain, apa yang telah kita buat atas masalah gizi buruk, buta huruf, kelaparan dan bencana alam di daerah kita? Tak lebih saling menyalahi. Rakyat menuding pemerintah sebagai penyebabnya. Karena, tidak mampu mengurus rakyat.


Para pemimpin juga menuding rakyat yang malas bekerja, pasrah dengan keadaan, menjadi penyebab mengapa daerah kita tidak maju-maju. Maka, sempurna sudah lingkaran saling menuding itu. Masuk akal, jika orkes sakit hati terus nyaring bergema.


Padahal, keadaan separah sekarang ini butuh kerja keras dan kerja sama kita semua. Selagi kita mengerangkeng saling menyalahi, biar langit ini juga runtuh, kesejahteran sosial itu sulit digenggam. Sama saja kita mengharapkan kucing bertanduk.


Itulah sebabnya, managemen pygmalion berkata, “anyone can determine their destiny through the power of their minds” (orang dapat mengubah haluan hidupnya oleh kedahsyatan berpikirnya).


Andaikan saja, energi pikiran kita sekarang “digumpalkan” untuk membangun kekuatan bersama menata hidup bersama maka bukan tidak mungkin segala persoalan sosial kita ditemukan jalan ke luar.


Yang terjadi apa? Pemimpin jalan sendiri, organisasi sosial urus sendiri, rakyat pun tenggelam dalam situasinya sendiri-sendiri. Lalu, kita berteriak kapan keadaan berubah. Mengapa semut bisa membuka terowong gelap di kaki gunung, hanya dengan merajut kerja sama? Dan, mengapa kita tidak bisa?


Lihat saja, ketika seorang naik jadi pemimpin, ada-ada saja kelompok lain tampil menjadi penentang. Mengapa bukan mendukung? Akhirnya, kebijakan kandas total. Tetangga sebelah membangun rumah tembok, kata-kata pujian sulit didengar. Jika ada kawan kantor naik pangkat, yang lain justru mengumpatnya. Apa yang salah?


Menangis, berdoa, dan merengek bantuan kepada orang lain tidak cukup. Maka, saatnya kita mengubah pikiran dan tingkah laku dari partisan menuju impartisan,dari inklusif menuju eksklusif, dari negatip menuju positip. Inilah jargon pygmalion, jalan “berpikir positip”.


Pengharapan Positip


Pengharapan positip merangkul kekuatan pikiran rasionalitas dan kecerdasan hati nurani. Pertama, masalah akan datang pergi tapi fokuskan perhatian pada pencarian solusi ketimbang tenggelam dalam konflik atau masalah itu sendiri.


Yang biasa kita lakukan adalah habiskan energi memeluk konflik daripada berjuang mencari solusi. Intinya, seperti kata Winston Churchil, mantan Perdana Menteri Inggris. " Seorang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan; seorang optimistis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan."

Kedua, mengapresiasi kesuksesan orang lain sekecil apapun. Dengan demikian kita bisa belajar dari kesuksesan orang lain dan orang yang sukses semakin menyadari arti kesuksesannya dan memacunya memenetrasi kesuksesan baru.

Jika kita hidup dalam lingkaran seperti ini, maka kesuksesan demi kesuksesan terus tercipta. Kadang orang sulit menemukan jalan menuju kesuksesan hanya karena mengantongi pikiran gelap terlalu banyak. Sebening dan seindah apapun kehidupan ini akan tetap gelap jika kaca mata gelap kita enggan ditanggalkan.

Ketiga, “where the mind goes the feet will soon follow”. Artinya, jalan awal untuk mengatasi kesulitan sosial bukan karena kemampuan fisik (physical body) tetapi oleh seberapa besar harapan positip kita. Banyak konflik terjadi di sekitar kita karena ruang berpikir kita terkerucut ke titik nol, akibatnya kekerasan fisik mudah tersulut


Oleh karena itu, marilah kita membumikan gaya hidup pygmalion, kapan dan di mana saja kita berada.


Penulis, peminat masalah psikologi sosial, staf Televisi TBN, tinggal di Manila.

Wednesday, June 4, 2008

10 KALIMAT BIJAK




1. Uang bukan segalanya.
Masih ada Mastercard dan Visa. [intinya bsa ngutang hehehe…]


2. Kita seharusnya menyukai binatang.
Mereka rasanya lezat. [sory ya buat yg vegetarian.. ]


3. Hematlah air.
Mandilah di bawah shower bersama pasangan kita. [khusus yang udah sah
doank..]


4. Di belakang setiap pria sukses ada seorang wanita
hebat.
Di belakang setiap pria yang tidak sukses ada dua. [hmm…. Emang
biasanya gtu kann??]


5. Cintailah tetangga.
Tetapi jangan sampai tertangkap basah. [halah…]


6. Orang bijaksana tidak menikah.
Setelah menikah mereka menjadi bijak sana dan bijak
sini. [hahaha….]


7. Cinta itu photogenic.
Dia memerlukan tempat gelap untuk berkembang. [ooppss.. no comment]


8. Pakaian itu adalah pagar pelindung.
Pagar seharusnya melindungi tanpa menghalangi
pemandangan yang indah. [pliss dehh…]

9. Semakin banyak belajar, semakin banyak yang kita
tahu.
Semakin banyak yang kita tahu, semakin banyak yang kita
lupa.
Semakin banyak yang kita lupa, semakin sedikit yang
kita tahu.
Jadi kenapa kita sibuk belajar ? [hihihihi… so??]


10. Masa depan tergantung pada impian kamu.
Maka pergilah tidur saja sekarang !

Saturday, May 24, 2008

“LAMPU KUNING” PILKADA NTT



Fidel Hardjo



Satu hati, satu harapan, satu doa kecil warga NTT, baik yang ada di luar, maupun di dalam daerah, ataupun di mana saja mereka berada, mendambakan pilgub NTT kali ini, dengan sistem demokrasi langsung (direct democracy): berjalan aman, lancar, damai, khikdmat dan sukses. Ini tidak sekadar doa kosong, tapi tersembul dari keringkihan azap dan sengsara rakyat!



Tetapi, hendak apa dikata. Baru tahap pengverifikasian paket cagub saja, kita sudah gagap dengan konflik. Bahkan, ditenggarai jadwal pilgub NTT akan diundur tanpa jelas. Ini baru babak awal. Masuk akal, kalau kita gelisah. Apalagi, jelang hari kampanye - pencoblosan - saat pengumuman hasil - pasti bakal lebih rumit. Terus terang, “lampu kuning” sedang menantang mata hati kita!


Lampu kuning itu adalah awasan imperatif moral. Pilkada akan kehilangan ikhtiarnya, jika tidak memeluk kesengsaraan rakyat. Rakyat kita sudah dijejali oleh banyak penderitaan: lapar, miskin, dungu, sakitan, bosan hidup bahkan frustrasi. Harga BBM naik dan diikuti fluktuasi harga sembako mencekik leher. Rasakan kegetiran rakyat ini. Oleh karena itu, kita tidak perlu bebani lagi rakyat dengan konflik pilkada. Jangan bikin rakyat tambah susah dan sengsara.



Lantas kesengsaran tak bertepi itulah, rakyat tak sabar menanti pemimpin baru. Pemimpin yang bisa mengangkat rakyat dari kubangan kesengsaraan menuju gerbang kesejahteraan dan kemakmuran. Lagi-lagi bukan konflik. Angan-angan rakyat itu sederhana. Sesederhana hidup yang mereka lakoni. Mereka hanya butuh harga garam, beras, minyak tanah, pupuk, minyak goreng murah dan bisa naik bemo jual sayur dan ubi di pasar. Itu sudah cukup bagi mereka.



Lebih salut lagi. Kalau anak-anak bisa disekolahkan gratis. Ibu-ibu hamil bisa bersalin di rumah sakit tanpa pungutan biaya. Anak-anak kurang gizi diobati gratis. Inilah impian mereka. Impian di balik triumphalistik suksesi pilkada. Jadi, bukan sekadar gelar ritual estafet pemimpin, apalagi syarat dengan konflik. Asal tahu, rakyat cuma butuh pemimpin idola, yang bisa melucuti baju hina kemiskinan dan kesengsaraannya dengan baju baru yang bersih, sehat dan layak.



Hanya perlu dingat, pinjam istilah Tony Kleden (wartawan PK), pilkada itu bukan euforia pilih NTT Idol, seperti pentas cengengan Indonesian Idol. Di mana idola dideterminasi oleh seberapa banyaknya SMS, seheboh apanya pekikan histeris, seenergik apa memengaruhi massa. Atau, sekadar atraksi circus, yang lebih banyak menebar pesona dan jenaka daripada kesiapan matang untuk ditantang dan menjawabi masalah rakyat kecil yang serba kompleks.



Kompleksitas penderitaan rakyat sejatinya adalah “par excellent” (the truest) hakikat pilkada. Derita rakyat sebagai “peta” yang mengarahkan dan menuntun, bagaimana kita semestinya memaknai pilkada ini. Karena itu, siapa saja baik pemimpin incubent, kontestan, KPUD, panwaslu, polisi maupun rakyat itu sendiri, sebaiknya bersinergi seoptimal mungkin mencegah konflik (horisontal maupun vertikal), yang sama sekali tidak memberi nilai plus kesejahteraan.



Itu mengandaikan, kita semua rela berjalan di atas roadmap yang sama, yaitu ikuti aturan main pilkada yang sudah ditetapkan. Jangan dikurangi, bukan pula ditambah-tambah. Apalagi pemilihan cagub kali ini agak pelik, sebab digelar demokrasi langsung dari desa ke desa dan kota ke kota. Betapa mahal taruhannya demokrasi langsung ini jika tanpa persiapan maksimal dan pemikiran bening. Kalau tidak, konflik bakal datang pergi melilit proses pilkada ini berlangsung.



Konflik mulai terpecah ketika orang atau kelompok mengusung peta sendiri–sendiri (baca: self-interest) dalam pilkada. Apa yang dipikirkan aku. Apa yang didoakan kami. Apa yang diimpikan aku. Apa yang diingat kami. Lalu, ruang refleksivitas untuk rakyatnya di mana? Artinya, biar kita pilih seribu satu kali pemimpin dalam setahun nihil makna, sama saja membuang garam ke laut.



Lihat saja reaksi tutup mulut KPUD NTT, setelah ada aksi demo dari pendukung paket cagub yang tidak lulus tahap verifikasi. Mengapa ada konspirasi “tutup mulut” kalau apa yang ditetapkan KPU berlaku jujur, adil, transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku? Sebaliknya, mengapa pendukung paket cagub yang dinyatakan tidak lulus verifikasi KPU, masih nekad menuntut keadilan? Apa yang salah kebijakan KPUD NTT?



Penulis bukan ingin menyalahi siapa-siapa. Sekadar menyadarkan kita betapa ongkos demokrasi mahal kalau berjalan menurut peta sendiri. Rakyat bisa terbelah oleh kepentingan politisi. Ujung-ujung dari tindakan anorma ini adalah rakyat sendiri menjadi korban yang menyayatkan. Kesejahteraan dan keadilan sosial yang sudah lama diimpikan semakin jauh oleh prahara konflik.



Benar apa yang dikatakan DR. Budi Kleden, bahwa susahnya melahirkan pemimpin sama seperti kesusahan bunda melahirkan anak. Adalah celaka besar jika orang tidak merasa risih dengan kata-kata bijak ini. Rakyat sudah kehabisan kata. Tinggal bagaimana nurani para politisi kita menjawab. Armstrong (2006) katakan zaman jahiliah sekarang, yang penuh prahara, pertikaian, konflik, kehancuran nilai dan keteladanan, hanya bisa ditebusi dengan kepemimpinan profetik.



Kepemimpinan profetik itu bersikap jujur, adil, bijaksana, transparan dan selalu pro rakyat kecil. Spiritualitas kepemimpinan profetik ini merupakan corong demokrasi. Cerminan kepemimpinan: dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Namun, apa yang dikecap oleh rakyat selama ini, pengartian demokrasi, “hanya sebatas dari rakyat, oleh rakyat tapi bukan untuk rakyat”. Lihat sendiri hasilnya!



Rakyat semakin miskin, yang kaya semakin kaya. Rakyat semakin bodoh dan yang kaya semakin pintar. Rakyat semakin sengsara, yang pintar semakin pintar membahagiakan hidup. Rakyat protes BBM naik, pemimpin cuma duduk manis pangku tangan dan pada saatnya palu diketuk, BBM mesti dinaik. Lagi-lagi tidak untuk rakyat.



Jika demikian, maka perlu dipertanyakan untuk apakah kita menyelengarakan pilkada jika hasilnya tidak menguntungkan rakyat? Berapa besar dana dikucur dari keringat rakyat untuk kontestasi pilkada ini. Berapa banyak energi rakyat tersedot untuk penggelaran pilkada ini? Kalau akhirnya dibayar dengan ketidakadaan perubahan dalam situasi riil masyarakat akar rumput.



Padahal, rakyat telah kuras energi, sibuk pilih pemimpinnya. Para bapak tinggalkan bajak sawah, rela lepaskan iris tuak berhari-hari. Para ibu gantungkan periuk, tidak lagi jual sayur ke pasar, hanya ingin dengar kampanye calon pemimpin. Rakyat harus berbaris antrean mencoblos pemimpin pujaan sepanjang hari. Belum lagi, kalau rakyat diaduk-aduk oleh konflik politisi.



Inikah semua bayaran yang mesti dipikul oleh rakyat? Pertanyaan ini menjadi ruang refleksi yang mesti tersimpan rapih di pojok hati: KPU, panwas, polisi, DPR, semua pemimpin termasuk cagub NTT sekarang yang siap bertarung dalam pilgub.



Artinya, pilkada bukan ditolak tetapi semestinya pilkada itu memberi makna signifikan kepada kepentingan rakyat. Bagaimanapun kita butuh seorang pemimpin. Karena, kita susah bayangkan masyarakat tanpa pemimpin sama seperti sebuah hutan rimba yang disesaki harimau liar-ganas.



Oleh karena itu, pilgub NTT kali ini kita harapkan agar memosisikan penderitaan rakyat di atas segala-galanya. Penderitaan rakyat mesti menjadi concern bersama, yang harus kita eksekusi bersama bukan menciptakan konflik. Konflik awal pilgub NTT bukan berarti kita sudah gagal segala-galanya. Konflik awal itu hanya menjadi “lampu kuning” untuk warga NTT.



Lampu kuning itu bisa saja berubah. Entahkah menjadi “lampu merah” yang sangat membahayakan atau bisa saja berubah menjadi “lampau hijau” yang penuh daya elan vital membangkitkan NTT. Semuanya, tergantung dan kembali kepada pikiran dan mata hati kita yang bening.



Penulis, Alumnus STFK Ledalero, kini staf Televisi TBN Asia, tinggal di Manila.

Monday, May 19, 2008

APA ITU CINTA?



What Does Love Mean to Children?

'When my grandmother got arthritis, she couldn't bend over and paint
her toenails anymore.
So my grandfather does it for her all the time, even when his hands
got arthritis too.
That's love.'

Rebecca- age 8

------------ --------- --------- --------- ---------

'When someone loves you, the way they say your name is different.
You just know that your name is safe in their mouth.'

Billy - age 4

------------ --------- --------- --------- -------

'Love is when a girl puts on perfume and a boy puts on shaving
cologne and they go out and smell each other.'

Karl - age 5

------------ --------- --------- --------- -------

'Love is when you go out to eat and give somebody most of your French
fries without making them give you any of theirs.'

Chrissy - age 6

------------ --------- --------- --------- --------

'Love is what makes you smile when you're tired.'

Terri - age 4

------------ --------- --------- --------- --------- -

'Love is when my mommy makes coffee for my daddy and she takes a
sipbefore giving it to him, to make sure the taste is OK.'

Danny - age 7

------------ --------- --------- --------- -----

'Love is when you kiss all the time. Then when you get tired of
kissing, you still want to be together and you talk more.

My Mommy and Daddy are like that. They look gross when they kiss'

Emily - age 8

------------ --------- --------- --------- -

'Love is what's in the room with you at Christmas if you stop opening
presents and listen.'

Bobby - age 7 (Wow!)

------------ --------- --------- --------- -

'If you want to learn to love better, you should start with a friend
who you hate,'

Nikla - age 6 (we need a few million more Nikla's on this planet)

------------ --------- --------- -----

'Love is when you tell a guy you like his shirt, then he wears it
everyday.'

Noelle - age 7

------------ --------- --------- --------- ----

'Love is like a little old woman and a little old man who are
stillfriends even after they know each other so well.'

Tommy - age 6

------------ --------- --------- ---------

'During my piano recital, I was on a stage and I was scared. I looked
at all the people watching me and saw my daddy waving and smiling. He
was the only one doing that. I wasn't scared anymore.'

Cindy - age 8

------------ --------- --------- --------- --

'My mommy loves me more than anybody. You don't see anyone else
kissing me to sleep at night.'

Clare - age 6

------------ --------- --------- --------- ---

'Love is when Mommy gives Daddy the best piece of chicken.'

Elaine-age 5

------------ --------- --------- --

'Love is when Mommy sees Daddy smelly and sweaty and still says he is
handsomer than Robert Redford.'

Chris - age 7

------------ --------- --------- ---------

'Love is when your puppy licks your face even after you left him
alone all day.'

Mary Ann - age 4

------------ --------- --------- --------

'I know my older sister loves me because she gives me all her
oldclothes and has to go out and buy new ones.'

Lauren - age 4

------------ --------- --------- ---

'When you love somebody, your eyelashes go up and down and little
starscome out of you.' (what an image)

Karen - age 7

------------ --------- --------- ---

'Love is when Mommy sees Daddy on the toilet and she doesn't think
it's gross.'

Mark - age 6

------------ --------- --------- -----

'You really shouldn't say 'I love you' unless you mean it. But if you
mean it, you should say it a lot. People forget.'

Jessica - age 8

------------ --------- --------- -----

The winner was a four year old child whose next door neighbor was an
elderly gentleman who had recently lost his wife.

Upon seeing the man cry, the little boy went into the old gentleman's
yard, climbed onto his lap, and just sat there.

When his Mother asked what he had said to the neighbor, the little
boy said,

'Nothing, I just helped him cry'

Tuesday, May 13, 2008

DOA SEORANG IBU



I still remember the first time when I left my daughter (my only child then) when I went to a Retreat for 3 days and 2 nights somewhere in Silang Cavite in 1997...I don't know how could I ever get to my sleep without her by my side...She was only 3 years old at that time. I'm so lonely and quite worried that she may cry and look for me when I'm gone.


When I left her in 1998 to look for work overseas, I couldn't imagine how will I carry the loneliness now that we're miles and miles away from each other. I'm really so sad when I left her that day.


As a mother, I always keep my young children on my sight. I never ever let them go alone or walk alone without my hands holding them especially if we're in crowded and public places.
Maybe, they'll say that I'm quite over protected with my children but for me, I just love my children the way I love my own body...They are part of my body and of my heart and if they're far from me,it seems part of my limbs are missing too...


When I reached the foreign land, I'm so happy 'cause I'm already with my husband who went there ahead of me. But I'm also so sad because of the absence of our 4 year old daughter.
I always cry whenever I think of her, especially during the night before I went to sleep. I always remember those days when we're still together. Each night, before we close our eyes and after we prayed, we're going to kiss each other on the forehead, down to the nose, cheeks, lips, ears and chin and then we're going to hug each other so tight and will say I love you...


Her daddy is away since she was 2 years old but I always tell some stories about her father so that she's not going to forget about him. I always let her kiss her dad's picture and ask her to bid goodnite as well. They're so close with each other too when my husband was still with us in the Philippines, that's why I don't want it to fade away 'though he is far from us.


Sometimes, even during meals, I'll cry so suddenly if my daughter will run through my mind. It's hard for me to swallow my food 'cause my heart is really in pain.
I really wish and pray that my family could be whole and together again someday...but because of our situation as a migrant worker who just started a new life in foreign land, it is quite difficult to bring our small daughter with us here during that time.



My husband couldn't afford to see me crying all the time. He wanted us to be together as well, if not for permanent, atleast just for temporary is also fine.
So in 1999, we brought our daughter here for a visit..it was a school vacation. She stayed with us from end of March until early June, I'm really so happy again when I saw my daughter when she arrived from Philippines.



My husband fetched her at the airport, she was with my brother in-law. I am at work when she came to see me, she was very happy too. We kissed and hugged immediately upon seeing eachother, we really missed eachother during that time.
The loneliness comes back when it is time for her to go back home but to ease the pain of being away from our daughter, we just let her come here on every vacation. It was every year until the year of 2001 came. We tried to apply for a dependant visa for her so that she can come with us all the time and got an education too while we're working here...





But it was unsuccessful, the salary required is not sufficient so it was denied...when I read the letter upon receiving it from the immigration, I really cried infront of the officer. My heart really broke and it was really a terrible painful moment for me as a mother. We just want to bring our child but the policy is so strict.



In 2002, I delivered to my second child here in abroad. We got a boy at this time and because he was born here, there's no problem for us if we want him to stay with us. They can give him a dependant visa as long that my employer is going to support us...



In that year, my husband's contract was renewed so his salary was upgraded too and when we applied for dependant visa for our son, it was immediately approved. I'm so happy that my son can stay with us while we're working here but still, the family is not complete because my daughter can only come here for a short visit visa as she wasn't given the dependant's visa.


But when she came here in 2004, we tried to apply a dependant visa again for her because our salary and contract has been renewed and upgraded so we might got a chance that we'll be approved this time...And yes, through constant prayers, our wish was granted...We finally took our daughter with us here too and we're now a happy family.



As an OFW mother, I'm really thankful that GOD gave me a chance to be with my children while working overseas. I know that there are plenty of mothers who couldn't have a chance to bring their children with them while working as an OFW, that's why I feel so great that I'm among the lucky one.



I think that GOD is really granting my prayers and wishes. When I was young, 'though a poor child, I never ever think of becoming rich, I just longed for a simple and a happy family of my own. That's my only and true happiness even before, now although it's quite expensive and we couldn't save much at the bank while my children are both studying overseas, it is just fine for us as long that we're all happy together...!!!


Copied from somewhere!

Definisi Ciuman


Ilmu Fisika
Ciuman adalah gaya tarik menarik antara dua mulut dengan jarak antara satu
titik dengan titik yang lain sama dengan nol.

Ilmu Kimia
Ciuman adalah reaksi akibat interaksi dari senyawa yang dikeluarkan oleh dua
hati.

Ilmu Mikrobiologi
Ciuman adalah pertukaran bakteri uniseksual di dalam air liur.

Ilmu Biologi
Ciuman adalah menyatunya dua otot orbicularis oris dalam keadaan kontraksi.

Ilmu Ekonomi
Ciuman adalah sesuatu di mana permintaan lebih besar drpd penawaran.

Ilmu Statistik
Ciuman adalah kejadian yang peluangnya bisa sangat tergantung dari angka
statistik berikut: 36-24-36.

Ilmu Teknik
Ciuman adalah rekayasa penyatuan antara 2 buah lorong yang berkesinambungan

Ilmu Agama
Ciuman adalah perbuatan yang boleh dilakukan dengan melalui pernikahan

Ilmu Masakan
Ciuman adalah bentuk pujian dari suami terhadap istrinya karena pintar
memasak

Ilmu Sumber Daya Manusia
Ciuman adalah SP-2 (Surat Peringatan Kedua) apabila dilakukan di ruang kerja
dan ketahuan (kamu ketahuan...ciuman lagi...)

Ilmu NLP (Neuro Linguistic Programming)
Ciuman adalah sebuah kemampuan & kehebatan dalam melakukan "Rapport"

Ilmu Hypnotis & Hypnotherapy
Ciuman adalah kemampuan untuk membuat lawan berada dalam kondisi Theta dan
menerima pesan kita (affirmative)

Ilmu Kesehatan
Ciuman adalah kekurangan vitamin yang harus diberikan dalam jangka waktu
tertentu (Vitamin Cium)

Ilmu Dagang
Ciuman adalah kewajiban membayar Rp.25.000 dan apabila dilanjutkan dengan
service lainnya akan bertambah menjadi minimal Rp. 300.000,-

Ilmu Hukum
Ciuman adalah hak asasi manusia dan apabila dilakukan dengan paksaan akan
menjadi "BATAL DEMI HUKUM"

Ilmu Kepolisian
Ciuman adalah kesempatan untuk memasuki Hotel Prodeo apabila terjadi delik
aduan dari korban

Ilmu Seks
Ciuman adalah......kok cuman cium doang ....? Bodo amat sih........

Monday, May 12, 2008

RENUNGAN: APA YANG KAMU PERBINCANGKAN



Fidel Hardjo


Setelah Yesus bersama muridnya menikmati keindahan panorama di atas bukit. Kesejukan udara dan keindahan alam di atas bukit menggoda hati para murid untuk tinggal dan mendirikan kemah di atas bukit, kaki mereka enggan untuk melangkah. Lalu Yesus mengajak para muridnya untuk turun ke tempat yang lebih rendah, turun ke dataran. Turunlah mereka dari bukit melewati lembah yang berkelok-kelok. Setibanya mereka tiba di dataran. Orang banyak menanti mereka.


Di dataran inilah, yesus menyembuhkan banyak orang dan di dataran ini pula para murid tidak berhasil meyembuhkan orang sakit. Suara protes terdengar dari orang banyak, kenapa para muridnya tidak mampu menyembuhkan orang sakit. Pengalaman kegembiraan di atas bukit masih terukir indah dan kini pengalaman kegagalan di dataran membuat para murid kecewa dan tak bersemangat lagi.


Di tengah situasi patah semangat, tiba-tiba Yesus mengajak para muridnya untuk pergi ke Galilea. Karena guru yang mengajak maka berangkatlah mereka ke Galilea. Di tengah jalan Yesus mengatakan kepada muridnya banhwa anak manusia tidak akan lama lagi diserahkan ke tangan manusia, dibunuh lalu mati tetapi pada hari ketiga hidup lagi. Para murid merasa bingung apa maksud kata Yesus ini. Lupakan persoalan ini, para muridnya justru berpikir siapa yang terbesar di antara mereka kalau Yesus tidak ada di tengah-tengah mereka.

Siapakah yang terbesar?

Setiap mereka memiliki peluang yang sama, status yang sama yaitu murid Yesus. Memiliki peluang yang sama tergoda melihat diri dan mengidealkan sendiri. Siapakah yang terbesar ? Merupakan topik menarik bagi mereka. Konsentrasi, perhatian, hati mereka sudah menjauh dari Yesus, Yesus bukan lagi pilihan mereka untuk didengar, menjauah dari Yesus lebih baik daripada takut kehilangan kesempatan untuk menjadi yang terbesar.


Semakin hangat perbincangan di antara mereka siapa yang terbesar, semakin besar peluang hati mereka tersingkir dan terpinggir dari hati seorang guru. Yesus memilih diam, ditengah perbicangan para muridnya. Perbincangan mereka belum berhenti, tiba-tiba Galilea ada di depan mata mereka.


Yesus mengajak para muridnya untuk masuk di Kapernaum. Yesus ingin para muridnya untuk membeningkan pikiran dan hati mereka, Yesus mengajak para muridnya untuk melihat dan menikmati cahaya kapernaum, cahaya yang membeningkan, cahaya yang memberi kekuatan tatkala kegelapan, kesulitan, kebingungan, kesibukan hidup dan perkara hidup. Kapernaum adalah tempat nostalgia bagi Yesus, sewaktu kecil, Yesus selalu berada di kapernaum dan sekian sering orangtuanya bingung, ke mana mereka harus mencari Yesus.


Dan yesus mengatakan tidak tahukah kamu aku ada di rumah bapaku. Rumah bapa adalah kapernaum, dan Yesus adalah kapernaum baru, cahaya baru, dan kekuatan baru. Kini Yesus menginginkan para muridnya untuk mencintai kapernaum, mencintai yesus sebagai kapernaum baru, sebagai rumah bapa yang hidup, mencintai yesus lebih dari segala sesuatu.


Dalam kapernaum, yesus bertanya kepada muridnya, apa yang kamu perbincangkan di tengah jalan tadi. Siapakah yang terbesar? Para muridnya diam. Lalu Yesus menggendong seorang anak kecil dan berbicara, barang siapa menerima “anak kecil ini”, ia menerima aku dan menerima bapa. Kali ini Yesus berbicara lewat kehadiran anak kecil.


Dalam kisah yang lain, ketika Yesus memperbanyak roti, untuk lima ribu orang, anak kecil tampil sebagai penyelamat, di saat para murid bingung ketiadaan bekal. Masih kita ingat, ketika para murid ingin tinggal di bukit yang tinggi Yesus mengajak para muridnya untuk turun ke tempat yang rendah, tempat rendah merupakan ruang gerak anak kecil, masih kita ingat ketika yesus membasuh kaki para muridnya, ia mulai dari kaki, kaki merupakan wilayah yang mudah kotor, juga wilayah anak kecil.


Siapakah yang terbesar? Sebelum yesus menjelaskan siapakah yang terbesar, yesus mengajar lebih dulu para muridnya, siapa yang terkecil. Yesus tahu bahwa para muridnya tidak ingin menjadi yang terkecil, terendah dan terkotor.


Yesus adalah yang terkecil dan terendah serta terkotor. Ia dilahirkan di Nasaret tempat yang kecil, tempat yang kotor, tempat rendah. Yesus memilih tempat yang kecil, kotor dan rendah untuk mengangkat manusia menjadi anak Allah yang tinggi dan besar. Yesus memilih menjadi yang terkecil, terendah supaya manusia bisa mendekati Allah yang tinggi.


Yesus memilih turun ke tempat rendah supaya dapat melayani kebutuhan dan kerinduan manusia akan keselamatan. Yesus memilih tinggal di tempat yang kotor supaya manusia menjadi anak Allah yang bersih, Yesus memilih menjadi anak kecil supaya manusia belajar memilki hati bersih seperti anak-anak, belajar bergantung pada Tuhan seperti anak menggantungkan segala sesuatu kepada ibunya.

Apakah yang kamu perbincangkan?



Yesus kembali betanya kepada anda, apa yang kamu perbincangkan? Pertanyaan ini seakan-akan mengejar anda takkala anda sekarang ada di depan komputer, sedang sakit, lagi senang, sedih, mungkin sedang mengadakan perjalanan, ditengah keramaian, di gereja, atau lagi masak, boleh jadi lagi baring di tempat tidur, atau bahkan lagi ruang penjara menanti hari-hari kematian. Yesus tetap mengajukan pertanyaan yang sama, apa yang kamu perbincangkan?

Yesus ingin menjadi bagian dari apa yang anda rasakan sekarang. Yesus ingin mengalir dalam peristiwa hidup anda sekecil apa pun masalah anda. Yesus memilih tempat yang rendah supaya anda mudah mendekati dan mengertinya. Yesus ingin menjadi kapernaum bagi anda, rumah yang bercahaya tatkala anda merasa asing dengan situasi anda bahkan merasa benci karena kegagalan dan problema hidup anda.

Yesus menjadi anak kecil yang tulus dan setia kepada anda takkala anda dikecewakan oleh sahabat atau orang dekat anda. Yesus menjadikan anda, orang yang paling istimewah di hatinya takkala anda merasa dihina dan disingkirkan oleh orang-orang sekitar anda.Yesus mendekati anda takkala orang semakin jauh. Yesus ingin manjadi jawaban atas cita-cita dan mimpi anda.
Aneka peristiwa hidup kita adalah peristiwa yang serupa dengan apa yang dialami oleh para murid di tengah jalan. Banyak persoalan dan masalah sedang kita pikul, yang kadang membuat anda menjauh dari yesus. Ada banyak kegembiraan dan pesta hidup yang kadang membuat anda lupa yesus. Tapi yesus tidak pernah berubah sekalipun dalam situasi apapun yang anda sedang alami.


Yesus hanya bertanya, apa yang sedang kamu perbincangkan, apa yang kamu alami, apa yang kamu pikirkan? Apa masalah anda? Yesus mengajak anda seperti Yesus mengajak para muridnya untuk melihat cahaya kapernaum, memasuki kapernaum untuk membeningkan pikiran dan hati anda. Pengalaman melihat cahaya kapernaum akan membawa anda mengalami penglaman kedekatan yesus. Kedekatan untuk mendengar yesus dan menjadi cahaya kapernaum bagi yang lain.


Pengalaman kedekatan dengan Yesus tidak cukup melihat cahaya kapernaum, tapi yesus masih menuntut anda untuk mencintai anak kecil, mencintai tempat rendah, tempat kotor sebab dari sanalah akan mengerti perkara besar, mengerti siapa yang terbesar dan siapa yang bersih. Setelah anda mengalami pengalaman melihat dan menikmati cahaya kapernaum, dan tugas anda adalah diminta untuk menjadi cahaya kapernaum bagi orang lain, cahaya yang menuntun orang untuk mengalami pengalaman yang sama, pengalaman kedekatan dengan yesus.


Setelah anda mengalami pengalaman kebesaran menjadi yang terkecil, terendah dan terkotor, yesus meminta anda menjadi anak kecil, menjadi figure pesan bahasa dan kata hidup Allah bagi sesama. Menjadi anak kecil yang mengekpresikan secara sempurna pengalaman kelembutan dan kesempurnaan cinta Allah kepada sesama. Semoga !

[Renungan ini pernah disiarkan di ruang studio radio Veritas Asia Fairview Quezon City Manila Pilipina]